Minggu, 24 Maret 2013

DUNIA PASCA KAMPUS


Dunia Pasca Kampus adalah hal yang dihadapi para sarjana yang baru lulus kuliah. Dunia kampusmerupakan virtual reality, miniatur kehidupan yang sesungguhnya, karena kehidupan yang sesungguhnya adalah dunia setelah kampus. 

Ada 3 sektor yang mencakup dunia pasca kampus ini:

Sektor Publik

Merupakan sektor pemerintah atau sektor birokrasi. Sektor publik ini diidentikkan dengan PNS (Pegawai Negeri Sipil). PNS sudah seharusnya menjadi public servants atau abdi rakyat. Tetapi pada dasarnya sektor Publik ini tidak murni tentang masalah pemerintah, masuk juga di dalamnya lembaga-lembaga yang dalam istilah JJ Rousseu disebut dengan legislatif dan eksekutif (Trias Politika) 

Sektor Privat

Sektor ini lebih dikenal dengan sektor swasta, yang bergelut dalam bidang perekonomian, mulai dari bidang produksi hingga distribusi barang dan jasa. Contoh dari sektor privat ini adalah perusahaan, UKM, koperasi, dan wiraswasta mandiri. 

Sektor Ketiga

Lebih dikenal dengan third sector. Contoh dari sektor ketiga ini adalah NGO, LSM, dan yayasan. 

Sekilas tentang track record tiga sektor ini:

a. Sebelum tahun 1980, orang-orang berbondong-bondong masuk ke sektor publik dengan alasan kehidupannya akan terjamin (selalu ada uang pensiun).

b. Pada tahun 1980, sektor privat maju pesat, hal ini menyebabkan masyarakat beralih ke perusahaan swasta besar. Tak masalah tidak mendapat uang pensiun, yang penting pada saat masih bekerja bisa mendapat gaji yang besar dan mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya.

c. Pada tahun 1998, banyak terjadi PHK di perusahaan swasta. Hal ini menyadarkan masyarakat akan satu hal: bahwa bekerja di sektor privat sangatlah vulnerable. Selalu ada faktor ketidakpastian. Pada tahun yang sama, keadaan sektor privat (PNS-red) yang menjadi lebih baik dan kenyataan bahwa PNS tidak bisa diberhentikan membuat orang kembali lagi ke sektor publik. 


Tahun 1998 juga merupakan tahun yang melahirkan situasi dimana orang-orang mulai mendirikan LSM. Semangat reformasi meunculkan ide kreatif munculnya sektor privat dan sektor ketiga (pemberdayaan masyarakat). Setelah tahun 1998, berbagai LSM tumbuh subur di Indonesia.

Hal penting yang perlu diingat adalah bahwa tidak ada sektor yang lebih baik diantara sektor lainnya. Yang penting adalah sikap profesional dalam bidang yang digeluti. Kalau kita serius, di sektor mana pun mobilitas vertikal kita akan bagus, dan kita pun akan menjadi orang yang diperhitungkan. Fakta: banyak orang yang mendirikan sektor ketiga, tetapi tidak serius.

Sektor privat mempunyai basic penilaiannya sendiri, yaitu kesungguhan dan profesionalisme, yang kemudian tercermin dalam prestasi dan kinerja kita (siapa yang berprestasi akan cepat naik pangkat). Sedangkan sektor publik, kalau di Indonesia sendiri, sistemnya masih belum terlalu baik karena masih terdapat banyak deviasi, seperti penyogokan. Dalam sistem ini pun tidak ada pressure of performance. Basic sektor ini adalah kenaikan pangkat (siapa yang lebih dulu menjadi PNS akan lebih dulu naik pangkat). Contoh sektor publik yang baik adalah sistem di Jepang.

Perlu dipahami bahwa setiap sektor mempunyai nature yang berbeda-beda:

1. Sektor privat hidup matinya bergantung pada profit, sehingga setiap orang harus menunjukkan performa yang bagus dalam pressure tinggi. 

2. Sektor publik tidak mengenal untung rugi karena setiap tahun ada dana APBN 

3. Sektor ketiga hidup matinya ada pada tangan donatur. Nature-nya adalah bagaimana cara menunjukkan sikap amanah (transparansi dan akuntabilitas) kepada donatur. Kalau dapat membuktikan para donatur akan datang dengan sendirinya. 

Namun, selain mempunyai nature yang berbeda, ketiga sektor mempunyai satu persamaan, yaitu: untuk mencapai posisi tinggi (menjadi orang penting) di tiap sektor tidak dapat dilakukan secara tiba-tiba. Setidaknya ada 3 tahapan yang harus dilalui untuk mencapai puncak karir, yaitu:

Uncertain period/ Critical Period

keadaan ketika belum tahu menahu tentang lingkungan, baik karakter orang, kondisi pekerjaan, dll.àYaitu periode saat pertama kali datang atau masuk ke suatu sektor 

Setiap orang menghadapi uncertain period dengan cara yang berbeda-beda, bergantung pada kesungguhan. Diperlukan effort besar karena periode ini sangat menentukan. 

Positioning period

Merupakan periode mengenali tempat yang paling kondusif baginya. 

Establishment period

Merupakan periode pencapaian dan pemantapan posisi strategis. Di sektor publik, kenaikan pangkat hanya terjadi 4 tahun sekali. Sedangkan di sektor privat, jika mampu menunjukkan prestasi, bisa saja hanya btuh waktu kurang dari 2 tahun. 

Pada kenyataannya, umat muslim masih kosong di 2 sektor, yaitu sektor privat dan sektor ketiga. 

Jangan terlalu terpaku pada sektor publik karena sektor ini sudah terlalu crowded. Jumlah PNS sekarang: sekitar 4 juta, sedangkan idealnya, hanya sekitar 2,5 juta.

1. Semua tentang pasca kampus harus disiapkan sejak semasa berada di kampus. Harus berprestasi sejak ada di kampus. Lima hal penting untuk mempersiapkan pasca kampus: 

2. Academic Excellent. Harus punya nilai yang luar biasa hebat di kampus. Jangan sampai nilai islam tertutupi oleh rendahnya kepandaian umat. Scientific discourse. Harus berwacana ilmiah, mampu mengungkapkan gagasan dan terlibat aktif dalam diskusi. Biasakan berargumen dengan orang. 

3. Mengenal bakat dan terlibat dalam profesional syndicate. Bergaul dengan banyak orang. 

4. Sosio political engagement. Tapi jangan terlena dalam pergerakan sospol, jangan pula steril. Harus seimbang. 

5. Religious activity. Merupakan modal terbesar yang memaksimalkan 4 poin sebelumnya. 

Pesan: Jadilah seperti perahu yang runcing di dasar dan melebar di atas; Kuat di core competence, lebar di berbagai skills. Jangan sampai ada perasaan chauvinisme profesionalistik :) 


Disampaikan Oleh: Dr. M. Sohibul Iman dalam acara Diskusi Pasca Kampus, 

Auditorium PPSDMS NF, 9 Maret 2011. 


Semoga bermanfaat :) 

Sumber : blog si neti kecil

1 komentar: